Blog Guru Jawa
Blog wadah berbagi informasi dan kreasi,
Wednesday, March 10, 2021
Tuesday, March 9, 2021
Saturday, March 6, 2021
Covid 19 Menuntut Guru Harus Keluar dari “Zona Nyaman”
Di era digital semua informasi mudah didapat secepat kilat, permasalahan yang ingin kita ketahui dengan mudah dicari jawaban maupun pemecahannya di google, yang sering kita dengan cari di mbah google. Apakah dengan demikian kehadiran guru tidak diperlukan lagi di depan kelas? Google mungkin lebih pintar dari guru, tapi satu yang tidak bisa dilakukan oleh google, yaitu menanamkan pengertian, memberikan contoh nyata dalam rangka menanamkan karakter. Secanggih apapun teknologi yang digunakan dalam dunia Pendidikan, kehadiran guru mutlak diperlukan dan tidak bisa digantikan.
Ketikan kita mengalami musibah pandemi Covid19, yang mengharuskan semua bekerja dari rumah termasuk proses belajar mengajar, dua semester sudah kita melaksanakan proses pembelajaran melalui jaringan, dan menginjak semester ke-3, tanda-tanda pembelajaran Kembali ke dalam kelas belum ada. Kita sepertinya harus melaksanakan proses belajar mengajar masih dalam daring atau pembelajaran dalam jaringan.
Pada pembelajaran daring semester 1 dan 2 kemarin, semua guru memberi tugas kepada siswa dengan harapan siswa belajar mandiri, membaca materi dan mengerjakan tugas sesuai petunjuk dari bapak ibu guru, baik melalui google class, google form, one not atau yang lainnya, yang dijadikan sarana mengajar. Bapak Ibu guru bekerja keras jauh sebelum waktu pembelajaran para guru sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan harapan prses pembelajaran lancer dan hasil sesuai target.
Kenyaataan di lapangan, dilihat dari hasil pekerjaan yang ditugaskan, banyak yang tidak sesuai harapan, kualitas pengerjaan tugas siswa sangat buruk, lambat mengumpulkan, tidak mengumpulkan, asal mengerjakan sehingga jika mau jujur nilai yang diberikan belum memenuhi standar KKM, sehingga banyak guru yang harus menurunkan gradenya, agar siswa memperoleh nilai minimal KKM. Melihat kenyataan ini tentu kita, sebagai guru tidak boleh menyerah, kita harus berusaha lebih keras agar pembelajaran bisa lebih menarik perhatian siswa, karena kanyataan dalam proses pembelajaran banyak siswa yang tidak mengikuti, atau mengikuti hanya mengisi presentsinya saja, setelah mengisi presentsi siswa meninggalkan atau keluar dari room pembelajaran.
Hal ini mungkin disebabkan banyak factor, yang bisa saja di antaranya kebosanan dan kejenuhan siswa dengan cara kita mengajar. Yang kurang bisa menarik perhatian siswa, (ekstrimya pembelajaran yang kita buat tidak menarik siswa) jika kita hanya share materi di grup wa, lalu intruksi agar siswa mengerjakan tugas kemudian mengumpulkan. Jika ada guru yang dalam proses pembelajaran hanya share materi kemudian memberi perintah ini itu kepada siswa, inipun bisa kita maklumi, karena selama ini kita belum pernah atau masih jarang menggunakan teknologi dalam pembelajaran, masih banyak guru yang enggan keluar dari “zona nyaman”, untuk belajar kembali, masih banyak guru merasa cukup dengan apa yang sudah mereka “miliki” masih banyak yang enggan mempelajari teknologi untuk pembelajaran.
Revolusi industri sudah 0,4 bahkan nyaris 0,5 semakin maju, pembelajaran dituntut harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Pada masa pandemic Covid 19 ini, merupakan momentum yang tepat, guru mau tidak mau harus keluar dari “zona nyaman” mengajar ala kadarnya, guru harus bisa mengembangkan diri, mulai membiasakan diri mengajar menggunakan teknologi. Membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif menggunakan teknologi, untuk bisa, semua perlu proses, perlu ketekunan dan ketelatenan mempelajari hal-hal yang semula asing, kita tidak perlu minder dan malu pada tema-teman guru yang menguasai teknologi pembelajaran lebih dahulu.
Saat ini, dengan adanya pandemi Covid 19, Pemerintah mengintrusksikan pembelajaran dari rumah (BDR) dan guru bekerja dari rumah (WFH) Work From Home. Workshop[-workshop yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran daring (dalam jaringan) banyak diselenggarakan, baik oleh instasin pemerintah maupun organisasi-organisasi Pendidikan lain. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21, bahwa pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar abad 21.
Guru harus benar-benar sadar, bahwa peranya sangat penting di dalam memajukan generasi yang akan dating, oleh karena itu keluar dari “zona nyaman” mutlak diperlukan tanpa adanya kesediaan mengubah kebiasaan yang biasa, menjadi luar biasa, tujuan dan cita-cita mulia yaitu Pendidikan Nasional Abad 21 yang bertujuan untuk memwujudkan cita-cita bangsa, masyarakat bangsa Indonesia yang sejahtera dan bahagia, dengan kedudukan yang terhormat dan setara dengan bangsa lain dalam dunia global, melalui pembentukan masyarakat yang terdiri atas sumber daya manusia yang berkualitas, menjadi pribadi yang mandiri, berkemauan dan berkemampuan untuk mewujudnya cita-cita bangsanya sulit terwujud.
Labels: Artikel


